Transformasi Frankenstein Jacob Elordi Lebih Lama dari Jam Kerja Saya — dan Internet Tidak Bisa Berhenti Membahasnya
Ketika kabar bahwa Jacob Elordi akan memerankan Frankenstein muncul, publik langsung penasaran. Bagaimana mungkin aktor yang dikenal sebagai ikon Tall, Dark, and Handsome ini berubah menjadi salah satu monster paling legendaris dalam sejarah sastra dan film?
Jawabannya: dengan proses transformasi ekstrem yang bahkan lebih lama daripada jam kerja orang kantoran.
Ya, benar. Dalam wawancara terbaru, terungkap bahwa Jacob Elordi membutuhkan waktu berjam-jam di kursi makeup—lebih lama daripada durasi normal shift kerja delapan jam banyak pekerja. Tak heran netizen langsung heboh, bercanda bahwa monster itu mungkin selesai syuting sebelum Elordi selesai dipasangi prostetik.
Artikel ini membongkar mengapa transformasi itu begitu intens, apa yang membuat publik terkesima, dan kenapa proses ini menjadi pembicaraan besar di seluruh platform digital.
1. Transformasi Monster Paling Ambisius Jacob Elordi
Elordi bukan sekadar dipakaikan makeup pucat dan jahitan palsu. Tim produksi mengubahnya menjadi interpretasi baru dari Frankenstein—lebih kelam, lebih artistik, dan tetap mempertahankan ciri khas tubuh jangkungnya yang dianggap “sempurna” untuk karakter tersebut.
Prosesnya meliputi:
- pemasangan prostetik wajah berlapis-lapis,
- aplikasi tubuh silikon khusus,
- pewarnaan kulit tingkat detail,
- penyesuaian tekstur luka dan bekas jahitan,
- hingga pembentukan ulang kontur wajah.
Semua itu dilakukan setiap hari syuting.
2. “Duduk Seharian Jadi Monster” — Tantangan Fisik & Mental
Bukan hanya memakan waktu, proses transformasi ala Frankenstein ini juga membutuhkan stamina mental. Bayangkan duduk lebih dari delapan jam tanpa banyak bergerak, hanya untuk kemudian mulai syuting adegan berat secara emosional.
Elordi bahkan bercanda:
“Orang-orang sudah pulang kerja, sementara saya baru selesai jadi monster.”
Komentar itu memperkuat kesan betapa intensnya proyek ini—dan betapa dedikasinya Elordi terhadap perannya.
3. Kenapa Bisa Selama Itu?
Ada beberapa alasan mengapa durasi transformasi Jacob Elordi bisa mengalahkan jam kerja kantor:
a. Tingkat Detail Prostetik Sangat Tinggi
Film ini tampaknya ingin menampilkan monster yang bukan sekadar seram, tetapi benar-benar hidup—dengan kulit, urat, dan tekstur organik yang realistis.
b. Tubuh Jacob Elordi yang Super Tinggi
Dengan tinggi lebih dari 2 meter, Elordi membutuhkan prostetik ekstra besar dan penyesuaian kostum khusus.
c. Visi Artistik Sutradara
Sang sutradara ingin monster yang tidak hanya menakutkan, tetapi elegan dan tragis—membutuhkan detail yang memakan waktu.
d. Penerapan Ulang Setiap Hari
Tidak ada cara cepat. Prostetik harus dilepas dan dipasang ulang tiap hari, demi menjaga kualitas visual.
4. Internet Meledak: “Jam Kerja Saya Kalah Telak”
Ketika informasi durasi transformasi ini menyebar, netizen langsung merespons dengan:
- meme “Elordi still in makeup while I’m already clocking out”,
- komentar lucu seperti “monster shift longer than my 9-to-5”,
- dan pujian bahwa ia “pantas menang penghargaan hanya karena bisa duduk diam selama itu.”
Twitter/X penuh dengan kalimat seperti:
“Jacob Elordi bekerja lebih keras sebagai monster daripada saya di kantor tiap hari.”
Fans semakin jatuh cinta karena dedikasinya dianggap “di luar nalar”.
5. Dampak untuk Karier Elordi
Transformasi ekstrem ini membawa dua dampak besar:
1. Bukti Komitmen Aktor Kelas A
Elordi menunjukkan bahwa ia bukan hanya heartthrob, tetapi aktor serba bisa yang siap masuk zona sulit demi peran.
2. Mengangkat Ekspektasi Fans terhadap Film Frankenstein Baru
Jika proses makeup-nya saja sudah viral, filmnya pasti semakin ditunggu.
6. Kesimpulan: Dedikasi Selevel Monster, Hasilnya Pasti Ikonik
Transformasi Jacob Elordi menjadi Frankenstein bukan hanya proses makeup panjang—ini adalah simbol dedikasi artistik, kerja keras, dan totalitas seorang aktor yang ingin menyampaikan versi modern dari karakter abadi.
Dan ketika prosesnya saja sudah lebih lama dari jam kerja kebanyakan orang…
bayangkan hasil akhirnya di layar nanti.
Monster yang lahir dari waktu, kesabaran, dan komitmen ekstrem—bukan sekadar prostetik.









































































